Tuesday, October 14, 2014

Maaf.

Aku menyesali ketidakmampuanku untuk menghilangkan kamu dari kepalaku
Aku menyesali ketidakmampuanku untuk mencegah kehadiranmu dalam mimpimu
Aku menyesali ketidakmampuanku untuk menahan perasaan yang meletup-letup
Aku menyesali ketidakmampuanku untuk mengatur degup jantungku setiap kali namamu disebut, mendengar suaramu, pun hanya sekedar melihat namamu sekilas di linimasa media sosial atau dokumen kantor

Meskipun aku tau dengan pasti ini tidak akan kemana-mana
Meskipun aku tau dengan pasti aku hanya membuang waktu saja
Meskipun aku tau dengan pasti perasaan ini hanya akan berlalu sia-sia

Maafkan
Maafkan keegoisan hatiku

No comments:

Post a Comment